Coretanrakyat.Situbondo Jatim: Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026, pengelola jalan tol nasional, PT Jasa Marga, akan mengoperasikan secara fungsional ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari langkah strategis untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada jalur utama Pantura yang selama ini menjadi salah satu jalur paling padat saat musim mudik Lebaran tiba.

Pembukaan ruas tol secara fungsional ini juga diharapkan mampu memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari wilayah barat menuju kawasan timur Jawa Timur maupun sebaliknya. Dengan adanya jalur alternatif ini, mobilitas kendaraan di jalur arteri Pantura diharapkan dapat lebih terkendali sehingga perjalanan para pemudik menjadi lebih lancar.
Ruas tol yang akan dibuka secara fungsional mencakup beberapa segmen utama, yaitu Gending – Kraksaan – Paiton – Situbondo Barat. Segmen tersebut merupakan bagian penting dari pengembangan jaringan jalan tol di kawasan tapal kuda Jawa Timur yang menghubungkan wilayah Probolinggo hingga Situbondo.
Selama masa operasional fungsional ini, masyarakat dapat memanfaatkan jalur tol tersebut tanpa dikenakan tarif perjalanan. Artinya, seluruh kendaraan yang melintas dapat menggunakan fasilitas tol ini secara gratis dengan tarif Rp0 sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.
Berdasarkan data teknis operasional yang telah ditetapkan, ruas tol fungsional ini akan mulai dibuka pada Jumat, 13 Maret 2026 dan akan beroperasi hingga Minggu, 29 Maret 2026. Meski demikian, pengoperasian jalan tol tidak berlangsung selama 24 jam penuh.
Jalur tol hanya dapat digunakan oleh masyarakat pada pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB setiap harinya. Pembatasan waktu operasional tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna jalan, mengingat sebagian pekerjaan konstruksi di beberapa titik masih dalam tahap penyelesaian.
Pengoperasian tol fungsional ini juga diberlakukan untuk dua arah perjalanan. Kendaraan yang bergerak dari arah barat menuju timur, seperti menuju Situbondo hingga Banyuwangi, dapat memanfaatkan jalur tol ini. Sebaliknya, kendaraan dari arah timur yang hendak menuju Probolinggo dan wilayah barat Jawa Timur juga dapat menggunakan jalur yang sama.
Untuk menunjang kenyamanan serta keamanan pengguna jalan selama melintasi ruas tol fungsional tersebut, pihak pengelola telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung. Beberapa titik fasilitas istirahat sementara telah disediakan agar para pengendara dapat berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Fasilitas tersebut dapat ditemukan di beberapa titik strategis, di antaranya di kawasan Gerbang Tol Kraksaan, Gerbang Tol Paiton, serta di area TIP 888A yang telah disiapkan sebagai lokasi istirahat sementara bagi para pengguna jalan tol.
Selain fasilitas istirahat, pengelola jalan tol juga menyiagakan berbagai armada bantuan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan kendaraan maupun kondisi darurat di sepanjang jalur tol. Armada yang disiapkan meliputi satu unit ambulans, empat unit mobil derek, dua unit kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR), tiga unit kendaraan patroli jalan tol, serta satu unit kendaraan rescue yang siap memberikan bantuan kepada pengguna jalan apabila diperlukan.
Dari sisi sistem pengawasan lalu lintas, segmen Gending hingga Paiton telah dilengkapi dengan perangkat pemantauan berupa CCTV dan Dynamic Message Sign (DMS). Seluruh perangkat tersebut telah terpasang secara penuh dengan tingkat pemasangan mencapai 100 persen.
Perangkat tersebut berfungsi untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung sekaligus memberikan informasi kepada pengguna jalan terkait kondisi jalur yang sedang dilalui. Sistem pemantauan ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan serta membantu pengendalian lalu lintas selama masa operasional tol fungsional berlangsung.
Sementara itu, pada segmen Paiton hingga Situbondo Barat, pemasangan perangkat pemantau lalu lintas masih berada pada tahap penyelesaian akhir. Meski demikian, pada kawasan Gerbang Tol Situbondo Barat, perangkat CCTV yang berfungsi memantau antrean kendaraan pada jalur masuk dan keluar tol telah terpasang sepenuhnya.
Untuk perangkat CCTV akses tambahan, direncanakan akan dipasang sebanyak dua unit lagi. Selain itu, sistem Traffic Counting yang berfungsi untuk menghitung jumlah kendaraan yang melintas di kawasan tersebut saat ini telah terpasang sebanyak lima unit.
Perlu diketahui bahwa meskipun ruas tol ini telah dibuka untuk masyarakat secara fungsional, sebagian pekerjaan konstruksi di beberapa titik masih terus berlangsung. Salah satu lokasi yang masih dalam tahap penyelesaian adalah area Gerbang Tol Situbondo Barat serta jalur menuju exit tol.
Progres pembangunan di kawasan tersebut saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 90 persen. Oleh karena itu, seluruh pengguna jalan yang melintasi ruas tol fungsional ini diimbau untuk tetap berhati-hati selama berkendara.
Para pengendara diharapkan mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang, menjaga batas kecepatan kendaraan, serta mengikuti arahan petugas yang bertugas di lapangan. Kepatuhan terhadap aturan tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama selama masa operasional tol fungsional berlangsung.
Informasi ini disampaikan sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat terkait operasional fungsional ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Diharapkan dengan adanya jalur tol alternatif ini, perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan tertib.

Selain itu, keberadaan jalur tol ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Timur serta memperlancar mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran.
(Red/Tim-Biro Siti Jenar Group Multimedia.)













