Ramadhan Berdarah Korupsi: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Anak dan istri dari Pedangdut Senior, Dicokok KPK

Redaksi

Coretanrakyat.id Jakarta, Selasa 3 Maret 2026 — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi. Dalam suasana Bulan Suci Ramadan, tim antirasuah mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, bersama ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

Penangkapan ini kembali menegaskan maraknya kepala daerah yang terseret perkara korupsi. OTT tersebut disebut berkaitan dengan dugaan praktik korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa para pihak yang diamankan langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Para pihak diamankan di wilayah Semarang, kemudian pada pagi hari ini ketiga pihak dimaksud langsung dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Menurut Budi, sekitar pukul 10.22 WIB, Fadia Arafiq dan dua orang lainnya telah tiba di Gedung Merah Putih KPK dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Dalam kegiatan penyelidikan tertutup tersebut, tim KPK juga mengamankan sejumlah pihak lain di wilayah Pekalongan.

“Iya benar, saat ini mereka telah sampai di Gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 10.22 WIB,” tegasnya.

Lebih lanjut, KPK menyatakan masih melakukan pengembangan dan pencarian terhadap sejumlah pihak terkait. KPK juga mengimbau agar semua pihak yang berkaitan dengan perkara ini bersikap kooperatif guna memperlancar proses penyelidikan.

“Kami juga mengimbau agar para pihak dimaksud bisa kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini, sehingga jalannya proses penanganan perkara yang saat ini ada di tahap penyelidikan bisa berjalan secara efektif,” ucap Budi saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp oleh tim awak media Siti Jenar Group Multimedia.

Baca juga
AKBP Bayu Anuar Sidiqie Resmi Jabat Kapolres Situbondo, Berlatar Kortastipidkor dan Penugasan di KPK

Sosok Bupati Berlatar Dunia Hiburan

Fadia Arafiq, S.E., M.M., lahir pada 23 Mei 1978 dengan nama Laila Fathiah. Ia dikenal bukan hanya sebagai politisi, tetapi juga sebagai penyanyi dangdut yang mengikuti jejak ayahnya, pedangdut senior Indonesia, A. Rafiq.

Namanya melejit di industri hiburan setelah merilis singel “Cik Cik Bum Bum” pada tahun 2000. Setelah itu, ia beralih ke dunia politik. Fadia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono, sebelum akhirnya maju sebagai Bupati Pekalongan berpasangan dengan H. Riswadi, S.H.

Sebagai kader Partai Golkar, Fadia terpilih menjadi Bupati Pekalongan periode 2025–2030. Namun, perjalanan politiknya kini harus menghadapi ujian berat setelah terjaring OTT KPK.

Sorotan ke Suami, Anggota DPR RI

Penangkapan ini juga menyeret perhatian publik kepada suami Fadia, Ashraff Abu, mantan bintang dangdut yang dikenal sebagai pelantun lagu “Sharmila”. Saat ini, Ashraff menjabat sebagai Anggota DPR RI dan bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, olahraga, dan sejarah.

Sejauh ini, KPK baru mengonfirmasi pengamanan terhadap Bupati Pekalongan beserta sejumlah pihak di lingkungan Pemkab. Keberadaan dan status hukum Ashraff masih menjadi tanda tanya. Publik menanti klarifikasi resmi apakah yang bersangkutan memiliki keterkaitan dengan dugaan perkara tersebut atau tidak.

Spekulasi ini mengingatkan publik pada peristiwa serupa di Jawa Timur, ketika Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, terjaring OTT KPK yang saat itu juga menyeret suaminya yang menjabat sebagai anggota DPR RI.

Maraknya Kepala Daerah Tersandung Korupsi

Penangkapan Fadia Arafiq menambah daftar panjang kepala daerah yang berurusan dengan KPK. Fenomena ini memperkuat kekhawatiran publik atas integritas pengelolaan anggaran daerah, khususnya dalam sektor pengadaan barang dan jasa yang kerap menjadi celah praktik korupsi.

Baca juga
Warga Soroti Anggaran 100 juta Program Penggemukan Sapi Di Desa Bengkak

Di tengah bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum refleksi dan pembersihan diri, kabar penangkapan kepala daerah kembali mencoreng wajah pemerintahan daerah. Publik kini menunggu konferensi pers resmi KPK untuk mengetahui konstruksi perkara, nilai dugaan kerugian negara, serta status hukum para pihak yang diamankan.

Keterangan fhoto: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Anak dari A Rafiq dan istri dari Ashraf, Dicokok KPK Hari ini Selasa 3 Maret 2026.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan masih berlangsung intensif di Gedung Merah Putih KPK.

(Red/Tim Biro Siti Jenar Group Multimedia)