Banyuwangi – Saat seluruh desa di wilayah Kecamatan Wongsorejo mengalokasi dana ketahanan pangan dengan pendirian budidaya ayam petelur namun tidak dengan desa yang satu ini. Penggemukan sapi dipilih untuk alokasi dana ketahanan pangan yang dianggap sebagai langkah yang berbeda dalam pemanfaatan dana ketahanan pangan.
Adalah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang memilih langkah berbeda.
Ditangan Ketua Bumdes Dian Sukma, alokasi pengelolaan dana ketahanan pangan Bumdes digunakan untuk usaha penggemukan sapi.
Langkah ini diambil karena Ketua Bumdes memiliki pengalaman dalam bidang penggemukan sapi yang selama ini digelutinya.
“Saya memang pengusaha yang bergerak dibidang penggemukan sapi. Jadi ini bukan hal yang baru bagi saya,” ujar Ketua Bumdes Bengkak, Dian Sukma.
Awalnya, Dian Sukma akan membeli sapi dengan ukuran sedang lalu akan dipelihara serta digemukkan sebelum akhirnya dipasarkan.
“Tergantung target kita. Bisa 4 bulan atau 6 bulan masa penggemukan. Yang penting tahu harus di pasarkan kemana dan kapan waktu pemasarannya,” tutur Dian Sukma pada rekan media
Penggemukan sapi milik Bumdes Bengkak akan dialokasikan saat lebaran idul adha dengan tujuan pengiriman ke Tangerang, Banten.
“Namun jika sebelum waktu itu tiba sudah laku misalnya menjelang hari raya idul fitri, ya kenapa tidak? Tetap saja kita akan pasarkan,” kata Dian Sukma saat ditemui di kandang sapi.
Penggemukan sapi Bumdes Bengkak juga tidak menutup kemungkinan juga dipasarkan pada pasar lokal Kecamatan Wongsorejo atau Kabupaten Banyuwangi.
“Prinsipnya gini. Asal harga cocok dan menghasilkan, kenapa tidak? Yang penting Bumdes tidak sampai mengalami kerugian,” jelas Ketua Bumdes.
Saat ini, Bumdes Bengkak telah memiliki 4 ekor sapi yang sudah dipelihara kurang lebih dalam waktu sebulan terakhir.
Sapi tersebut dititipkan di kandang milik Wakto alias Hariyanto di Dusun Possumur, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
4 ekor sapi ukuran besar tersebut telah menghabiskan dana Bumdes Bengkak kurang lebih hingga 100 juta rupiah.
Jika sudah saatnya tiba, Bumdes Bengkak akan membagi hasil pengelolaan penggemukan sapi ini berupa pembagian daging pada seluruh masyarakat Desa Bengkak. (Red)






