Sumenep.Coretanrakyat.id // Pemberitaan terkait dugaan penyalahgunaan BBM jenis solar subsidi di Kabupaten Sumenep yang terus diangkat media News9 milik Sudarsono alias Seno, memunculkan spekulasi adanya pihak lain yang diduga berada di balik intensitas pemberitaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, sosok yang disebut-sebut terkait dengan pemberitaan tersebut adalah Soleh, warga Kecamatan Pasean pesisir, Kabupaten Pamekasan. Soleh diketahui sebelumnya kerap mengambil BBM solar subsidi di wilayah Kabupaten Sumenep dan saat ini tengah menjalani proses hukum di Polres Sumenep atas dugaan penyalahgunaan BBM solar subsidi.
Bahkan, muncul dugaan bahwa pemberitaan yang dilakukan melalui media News9 merupakan bagian dari upaya menekan aparat penegak hukum agar Soleh dapat terlepas dari jeratan hukum yang tengah dihadapinya. Dugaan tersebut hingga kini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Untuk menjaga prinsip keberimbangan, media ini telah menghubungi Sudarsono alias Seno guna meminta klarifikasi resmi melalui pesan WhatsApp. Dalam tanggapannya, Seno menyampaikan secara singkat:
“Saya tidak kenal dengan yang disebut di atas.”Kalau sudah tayang kirim ke saya. “Ditunggu.”
Media ini juga mengonfirmasi langsung kepada Soleh terkait dugaan keterlibatannya di balik pemberitaan media News9. Pada awalnya, Soleh merespons dengan nada keberatan dan meminta agar persoalan dibahas secara menyeluruh.> “Angkat tretan. Biar puas abincang.” Ben makle lebih jelas awal sampek ahir.”
Media ini kemudian menjelaskan bahwa konfirmasi dilakukan bukan untuk menuduh, melainkan demi memperoleh tanggapan langsung agar pemberitaan tetap berimbang dan sesuai dengan prinsip jurnalistik.
Menanggapi penjelasan tersebut, Soleh menyampaikan bantahannya:
“Saya tidak kenal dengan media yang sampean maksud. Saya juga tidak pernah tahu siapa orangnya dan seperti apa wajahnya. Saya bukan orang yang aktif di media sosial. Saya orang desa, saya petani. “Kok larinya ke saya, lucu.” ujarnya.
Namun, saat media ini menanyakan secara spesifik mengenai perkara hukum yang menjeratnya di Polres Sumenep, yakni penangkapan dua unit mobil pikap bermuatan solar subsidi serta dugaan aliran dana dari Soleh kepada Agus Wijaya yang kemudian diteruskan kepada Erfandi dan Hartono untuk pembayaran di SPBU, Soleh memberikan pengakuan berbeda.
“Nah kalau sampean bertanya ini, ini baru saya paham, itu betul banget.”
“Kalau sampean nanya berita itu saya bingung. Kasus saya yang di Sumenep itu saya tidak pernah memperpanjang. Saya tidak pernah mengurus itu, karena itu hak polisi.Keluar saya terima, tidak keluar saya juga terima.” katanya.
Soleh menegaskan dirinya tidak pernah mengupayakan ataupun mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.
“Coba sampean tanya ke pihak kepolisian, apa saya pernah ngurus itu mobil.”
Saat media ini menanyakan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk sosok berinisial H. Ramdan, Soleh enggan memberikan keterangan tertulis dan meminta komunikasi dilakukan melalui sambungan telepon.
“Makanya angkat, Kalau tidak angkat saya tidak akan balas. Saya tidak ada waktu meladeni ini, karena saya ada acara yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.” jelasnya.
Media ini menegaskan seluruh proses konfirmasi dilakukan untuk menjaga asas keberimbangan, objektivitas, dan akurasi informasi. Seluruh pernyataan narasumber disajikan apa adanya tanpa penambahan maupun pengurangan makna.
Perkembangan kasus dugaan penyalahgunaan BBM solar subsidi di Kabupaten Sumenep akan terus dipantau, termasuk klarifikasi resmi dari pihak kepolisian guna memastikan fakta hukum yang sebenarnya.







